Postingan

Menampilkan postingan dengan label CERITA INSPIRASI

SEKILAS TENTANG MUSISI TANA AIR

Gambar
Biografi Erwin Gutawa Biografi Erwin Gutawa Nama Lengkap: Erwin GutawaJenis Kelamin: Laki-lakiTanggaL Lahir: 16 Mei 1962Tempat Lahir: Jakarta, IndonesiaAgama: IslamPekerjaan: Produser, Komponis, Konduktor, Penata MusikPendidikan: Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1986) Keluarga Erwin GutawaNama Ayah: Gutawa SumaprajaNama Ibu: Sariati KodiatNama Istri: Lutfi Andriani (Lulu Gutawa)Nama Anak: Aluna Sagita... Biografi Dewa Budjana Biografi Dewa Budjana Nama Lengkap: I Dewa Gede BudjanaNama Populer: Dewa BudjanaTanggal Lahir: 30 Agustus 1963 Tempat Lahir: Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, IndonesiaPekerjaan: MusisiKewarganegaraan : IndonesiaIstri: Putu BorawatiAnak: Devananda, Dawainanda "Gitar bagi Dewa Budjana merupakan belahan jiwa bahkan gitar adalah refleksi sebuah harga diri atau kehormatan. Budjana dan gitarnya adalah... Biografi Iwan Fals Biografi Iwan Fals Nama Lengkap: Virgiawan ListantoNama Populer: Iwan F...

SEKILAS SEJARAH MUSISI INDONESIA

Gambar
Biografi Iwan Fals Nama Lengkap: Virgiawan Listanto Nama Populer: Iwan Fals Tanggal Lahir: 3 September 1961 Tempat Lahir: Jakarta,  Indonesia Pekerjaan: Penyanyi, Penulis lagu, Musisi, Produsen Genre: balada dan country Instrumen: Vokal, Gitar Virgiawan Listanto atau yang lebih dikenal dengan nama Iwan Fals lahir pada tanggal 3 September 1961 di Ibukota Jakarta. Beliau merupakan musisi beraliran balada dan country. Berkat lagu-lagunya yang konsisten mengangkat persoalan sosial dan meneropong kaum pinggiran yang dekat dengannya, bermakna kritik yang berdampak 'cekal' baginya di masa Orde Baru membuat Bung Iwan menjadi legenda hidup bangsa ini. IWAN FALS Iwan Fals  lahir dari pasangan Lies (ibu) dan ayah Haryoso almarhum (kolonel Anumerta). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani. Bung Iwan menghabiskan masa kecilnya  di Bandung, kemudia...

SURAT UNTUK PEMUDA INDONESIA

Gambar
            Selamat malam pemuda Indonesia, selamat malam para pencinta perubahan. Mungkin malam ini adalah malam dimana kita duduk bersama, terjaga pada tanah yang sama, dan mendongak menatap langit yang sama. Bolehlah Isi kepala kita merenungkan hal berbeda, namun hati kita penuh dengan kegelisahan yang sama, gelisah akan keadaan, gelisah pada kebenaran yang tak kunjung bertahta pada pucuk kekuasaan. Kawanku, pemudi pemuda Indonesia yang sedang gelisah. Kita dilahirkan oleh jaman yang sama, mungkin hanya sedikit tahun memisahkan kita. Kita tumbuh dalam rentang generasi yang sama, generasi dimana parlemen dipenuhi dengan bahasa sampah, “ikan teri” “ikan piranha” dan banyak lagi bahasa murahan lainnya. Kita bahkan sulit sekali menemukan mereka menangis bersama, ketika rakyat sedang bersusah hati. Kita lebih sering menemukan mereka tertawa bersama, ketika uang Negara dicuri oleh kerabat dekat mereka sendiri. Kita lalu kadang disibu...

CERITAKU

KEGIATAN YANG TERTUNDA     Pagi indah, tak ber awan yang terpancar dari alam yang gelap menghitam di pagi ini, itulah suasana yang kurasakan hari ini, ketika alku terbangun dari tidurku,, seperti biasanya aku menoleh keluar jendela untuk melihat kondisi alam, saat ku tegok keluar jendela aku hanya melihat gumpalan awan yang mulai menghitam bagaikan badai akan menghamtam bumi ini, setelah puas memperhatikan alam, aku pun bergegas pergi kekamar mandi, karena itu lah, kegiatan rutinas aku, ketika bangun pagi, karena pagi hari bagiku adalah waktu awal untuk beraktifitas, apalagi aku yang memang profesinya seoran tenaga pengajar di salkah satu SD yang ada di tarakan, sehingga ajku selalu bangun pagi, setelah aku selesai semua urusan dan perlengkapanku, aku akakn segerah bergegas kesekolah, untuk menemui murid-murid ku tercinta.      Seperti biasanya, anak - anak selalu menyapa jika aku sudah turun dari motor di samping sekolah, yang selalu membuat aku ...

SEKILAS SEJARAH ULAMA

Gambar
gambar kaligrafi Allah  logo agama Islam              Sunan Giri memiliki nama asli Raden Paku. Sewaktu masih mondok di pesantren Ampeldenta, Raden Paku bersahabat sangat akrab dengan putra Sunan Ampel  (Raden Rahmat) yang bernama Raden Makdum Ibrahim (kelak dikenal sebagai Sunan Bonang). Keduanya bagai saudara kandung yang saling menyayangi dan saling mengingatkan. Setelah berusia 16 tahun, kedua pemuda itu dianjurkan untuk menimba ilmu pengetahuan yang lebih tinggi di negeri seberang sambil meluaskan pengalaman. Sunan Ampel berpesan kepada Raden Paku dan Raden Makdum Ibrahim untuk belajar ke negeri Pasai karena disana ditempati oleh banyak orang pandai dari berbagai negeri. Di negeri Pasai terdapat ulama besar yang bergelar Syekh Awwallul Islam. Sunan Ampel mengatakan bahwa ulama tersebut memiliki nama asli Syekh Maulana Ishak dan merupakan ayah kandung Raden Paku. Pesan itu dilaksanakan oleh Raden Paku da...

ASAL USUL SUNAN GIRI

Gambar
gambar kaligrafi Allah Muhammad logo agama Islam Sunan Giri memiliki nama asli Raden Paku. Sewaktu masih mondok di pesantren Ampeldenta, Raden Paku bersahabat sangat akrab dengan putra Sunan Ampel  (Raden Rahmat) yang bernama Raden Makdum Ibrahim (kelak dikenal sebagai Sunan Bonang). Keduanya bagai saudara kandung yang saling menyayangi dan saling mengingatkan. Setelah berusia 16 tahun, kedua pemuda itu dianjurkan untuk menimba ilmu pengetahuan yang lebih tinggi di negeri seberang sambil meluaskan pengalaman. Sunan Ampel berpesan kepada Raden Paku dan Raden Makdum Ibrahim untuk belajar ke negeri Pasai karena disana ditempati oleh banyak orang pandai dari berbagai negeri. Di negeri Pasai terdapat ulama besar yang bergelar Syekh Awwallul Islam. Sunan Ampel mengatakan bahwa ulama tersebut memiliki nama asli Syekh Maulana Ishak dan merupakan ayah kandung Raden Paku. Pesan itu dilaksanakan oleh Raden Paku dan Raden Makdum Ibrahim. RADEN PAKU BERTEMU SYEKH MAULANA ISHAK DI PASA...

HAKIKAT CINTA

Cinta Dunia, Takut Mati Rasulullah saw. bersabda: “Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh-musuh Islam) bersatu-padu mengalahkan (memperebutkan) kalian. Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun untuk berebut hidangan makanan yang ada di sekitar mereka”. Salah seorang shahabat bertanya: “Apakah karena kami (kaum Muslimin) ketika itu sedikit?” Rasulullah menjawab: “Tidak! Bahkan kalian waktu itu sangat banyak jumlahnya. Tetapi kalian bagaikan buih di atas lautan (yang terombang-ambing). (Ketika itu) Allah telah mencabut rasa takut kepadamu dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan di dalam hati kalian ‘ wahn’ ”. Seorang shahabat Rasulullah bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ‘wahn’ itu?” Dijawab oleh Rasulullah saw.: “Cinta kepada dunia dan takut (benci) kepada mati”. ( At Tarikh Al Kabir , Imam Bukhori; Tartib Musnad Imam Ahmad XXIV/31-32; “Sunan Abu Daud” , hadis No. 4279) .     ...